Showing posts with label This is about. Show all posts
Showing posts with label This is about. Show all posts

Monday, October 21, 2013

Ketika Pembantu Rektor III Tak Ada

Jam 9.40 pagi ini, saya menghampiri resepsionis Al-Jamiah dengan 2 buah surat dalam genggaman: satu untuk Pak Rektor, satu lagi untuk Pak Ali, lelaki muda yang menjabat sebagai Pembantu Rektor III. Al-Jamiah sepi, seperti biasa. Setelah basa-basi sedikit dengan pihak resepsionis yang berbaju hitam-hitam, saya mengisi buku tamu dan melangkahkan kaki ke lobi, menuju ruangan Pak Ali. Pihak resepsionis sebenarnya sudah memberitahu saya, Pak Ali tak ada di ruangan. Jadi saya masuk hanya untuk bertemu sekretarisnya, menanyakan mengapa Pak Ali tak ada di jam kerja Hari Senin pascalibur panjang Idul Adha dan menitipkan surat undangan itu.

Waktu masuk, kita langsung berhadapan dengan meja sekretaris, di belakangnya, ada penyekat untuk ruangan khusus Pak Ali. Di bagian ruangan hasil sekatan itulah saya bertemu 2 orang lelaki yang keduanya menghadap komputer. Saya pikir salah satunya adalah sekretaris Pak Ali. Jadi saya bertanya pada lelaki yang mejanya paling dekat pintu masuk.

Lelaki itu bilang, saya boleh bertanya pada siapa saja. Senyum lelaki itu agak menyeringai, mirip senyum tokoh antagonis di sinetron Ind*siar. Alis saya yang tipis agak mengkerut. Saya menangkap ketidakseriusan dalam nada bicaranya dan itu cukup membuat saya sebal. Rasanya kalimat "Sama siapa juga boleh," dengan nada seperti itu tak layak dikatakan seorang Staf Universitas bertitelkan Islam. Mau anggap saya terlalu serius? Silahkan. Toh saya memang datang ke ruangan itu dengan niat serius, untuk pembicaraan serius demi nama Universitas saya juga. Katakanlah saya sensitif, perasa. Terserah. Pokoknya dari awal saya masuk, saya sudah memperlihatkan bahwa saya sedang serius, bukan main-main apalagi mengajak bercanda.

Akhirnya, dengan mengesampingkan kedongkolan-kedongkolan itu dan tanpa lelaki itu persilahkan duduk, saya mengutarakan maksud saya. Lelaki itu menyimak, lelaki di meja duapun turut menyimak. Saya bilang ini memang acara tahunan yang dihadiri Pak Rektor dan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan. Saya bilang surat undangannya harus saya berikan langsung karena saya diamanati atas kontak konfirmasi semua surat yang saya kirim. Tapi sepertinya kedua lelaki yang menyimak saya itu belum tahu soal program yang saya berikan undangannya itu. Ini tentu berbeda dengan pihak resepsionis yang ketika saya sebut nama instansi dalam program itu, mereka terlihat mendadak mengerti dan mengizinkan saya masuk. Susah kalau begini, batin saya. Niat saya menitipkan surat jadi urung.

Saya membatalkan niat penitipan surat itu, tapi tidak membatalkan niat saya bertanya mengapa Pak Ali tak datang hari ini.
"Hari ini Pak Ali ga hadir, Pak?"
"Ya berhalangan,"
"Ada apa, Pak?"
"Ya, pokoknya berhalangan,"
"Kalo gitu adanya kapan ya, Pak?"
"Saya ga tau,"
"Loh? Bapak kan sekretarisnya?"
"Ya, Pak PR II adanya jam kerja."
"Sekarang jam kerja, Pak."
"..."
"Jadi kalo saya besok kembali lagi buat kasih surat di jam kerja, Pak Ali ada?"
"Ya mana saya tau."
"Kan Bapak sekretarisnya, terus tadi kata Bapak Pak Ali ada di jam kerja?"
"Ya saya gak tau,"

Saya menyampaikan kalimat saya dengan nada yang sama dari awal sampai akhir, dan lelaki itu menyampaikan kalimatnya dengan kian meninggi dari pertama hingga akhir. Saya memang sengaja membuatnya jadi berbelit, tentu karena saya kesal dia sekretaris yang buta jadwal atasan. Saya menyesal karena sempat berpikir sekretaris Pak Ali dapat bekerja sama soal penyampaian surat yang sebenarnya bukan hal besar-besar amat. Akhirnya saya menutup pembicaraan yang membuat gerah itu dengan mengambil surat yang kadung ada di atas meja dan bilang, "Biar saya sampaikan langsung sama Pak PR III, besok di jam kerja kalau memang ada. Terima kasih,"
Dengan tak ikhlas sayapun memberi salam, dan mencoba memberikan senyum paling manis yang saya bisa. Oh, saya munafik. Kemudian tanpa jawaban salam saya, saya melangkah kaki, meninggalkan ruangan sempit itu dengan surat yang utuh. Baru dua langkah dari pintu, saya mendengar kedua lelaki itu terkikik. Hati saya mendadak panas, seperti juga cuaca Bandung siang ini.
---

Bapak PR III, apa Bapak tahu kelakuan staff Bapak pada tamu mahasiswa Bapak? Atau Bapak juga sama saja? Ah Kampus kok segininya.

Wednesday, July 17, 2013

Pak Moko di Otak Saya Siang Ini

Uluh hati saya sakit. Apa itu Radiologi Intervensi? Sakit apa? Separah apa? Sejak kapan?
---

Seolah ada pertanyaan-pertanyaan yang dijejalkan dari telinga ke syaraf-syaraf otak. Tapi kemudian pertanyaan-pertanyaan itu terantuk "Apakah semua hal punya dan perlu penjelasan?", yang diposkan Eko Endarmoko di statusnya, 2009 lalu. Pertanyaan-pertanyaan saya, tentu punya penjelasan. Iya, mereka pasti punya. Tapi antukan serupa kerikil itu bukan pada kata "punya", melainkan pada

Wednesday, December 26, 2012

Saya, Aku, Gue dan Rentetannya

Saya kadang-kadang suka bikin nama lain untuk panggilan orang yang bikin saya tertarik. Tujuannya? Biar mereka merasa spesial. Mungkin ini cara mereka bikin saya merasa spesial juga: ngasih nama panggilan balik. Tututlah, Raratlah, Ratratlah..
-________-

Tapi gapapalah ya. Saya lebih suka nrima ketimbang teriak: "Ih jangan manggil aku gitu," karena saya udah capek. Dan saya ga tahan lagi. Dan saya udah ga mau ribet. Dan kita putus aja.
Bentar! Apa sih ini? -__________-

Saya sendiri sih lebih suka menempatkan sesuai keadaan, termasuk dalam memanggil diri saya sendiri. Ada saat-saat saya suka bilang "saya", ada juga saat-saat "aku", pun saat-saat jadi "gue".
Tapi biasanya ga ribet begitu. Mengalir dengan sendirinya aja.

Kalo kamu?
:)

Saturday, November 24, 2012

Sakit yang Menjalar ke Paru-paru

Perasaan saya hari ini agak tenang. Apa saya sudah merelakan semua yang terjadi dan memilih menikmatinya?
Ah, tentu saja belum. Saya ga begitu menerima kenyataan, tapi bukan berarti hari ini saya ga merasa agak tenang ya? Emosi saya bisa redup seiring jalannya waktu ko.

Tapi telepon dia jam 5 sore ini bikin saya agak bergetar, meski gak sampe nangis. (Saya sendiri aneh kenapa saya ga nangis. Biasanya begitu hal semacam ini terjadi saya minimal nangis meski bentar atau air matanya dikit. Apa ini artinya saya sudah lebih kuat? Atau saya lebih bebal? Atau saya sudah tidak peka lagi hatinya? Saya sendiri engga tau.)

Kalo bicara sakit, ya jelas sakit. Rasanya seperti bener-bener punya paru-paru. Rasa sakit itu merambat di paru-paru saya, jadi keberadaan si paru-paru saya ini bener-bener kerasa.


Apa nanti saya bisa sembuh? Apa nanti Allah akan memberi saya pengganti? Atau Allah mengembalikan yang saya miliki sebelum telpon ini?

Saya sama sekali gagal menerawang masa depan. Ga ada petunjuk satupun.

Saturday, November 10, 2012

Kelas Menulis Pak Budhiyana

Jadi hari ini ada kelas menulisnya Pak Budhiyana di Museum Asia Afrika, soal Jurnalisme Damai. Keren banget meski saya telat datang. Pak Budhiyana hari ini kelihatan lebih santai; kaos biru laut, jeans, zipper coklat sama sepatu coklat yang santai juga. Terakhir saya ketemu dia, dia lagi pake stelan gitu. Haha :)
Kelihatan lucu sih, sedikit. Soalnya keseringan liat dia pake rompi yang banyak sakunya. Rompi khas wartawan gitu.

Pak Budhiyana gak cuma ngasih pemikiran-pemikirannya Lynch, Goldrick sama Om Johan Galtung di kelasnya, tapi juga berbagi cerita trauma wartawan yang dikirim jadi Peace Journalist dan War Journalist. Tapi sebelum ngobrolin trauma, bahas dikit dulu soal Peace Journalist atau War Journalist ya. :))

Friday, November 9, 2012

I Love Friday Because Its Near with Weekend. I Love Weekend Because Its Near with Monday and Monday is My Favorit Hell :p

It was week ago at Rifa's room, I started falling in love with acoustic version of Linkin Park's New Divide. :)
Thats so nice like brand of sausage. (God please..)

New Divide Acoustic Person
by Girl who have beautiful sound (cz it is and Idk her name)

I remembered black skies the lightning all around me
I remembered each flash as time began to blur
Like a startling sign that fate had finally found me
And your voice was all I heard that I get what I deserve

So give me reason to prove me wrong to wash this memory clean
Let the floods cross the distance in your eyes
Give me reason to fill this hole, connect this space between
Let it be enough to reach the truth that lies
Across this new divide


There was nothing inside  The memories left abandoned
There was nowhere to hide
The ashes fell like snow
And the ground caved in between where we were standing
And
your voice was all I heard that I get what I deserve

In every loss in every lie. In every truth that you deny
And each regret and each goodbye was a mistake too great to hide
And your voice was all I heard that I get what I deserve

When I'm listening this song, I remember my bench-mate at first semester. Her name is Wardah. She is married and staying at her town now. I remember, once upon a time Wardah told me that she was so appreciating every Friday by said; "THANKS GOD, ITS FRIDAY!"
I remember Wardah and her Friday's thankful because I realize that today is Friday.


Of course I dont late to remember today is Friday. I meannn... It's 8.00 PM now :) It's still Friday and let's scream together: "THANKS GOD, IT'S FRIDAAAAAY.."

Im alone at home after this tired day. I actually need to go to top roof to dry my clothes but Im such in worry theres a bad ghost there. I dont like being alone, it makes me thinking someting.. Something bad. -____-
Like a ghost, bugs, rats.. Tiger, snake, eagle and so many more -____________-

Im gonna watch all programs of  @KompasTV tonite. Because I stay at that channel from 6PM and feel so addicted. Lets underlined it: Lukman Sardi is on TV, on @KompasTV 2 hour ago :D and how lucky I am because I watch hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiimmm (I watch him lose by Elementary student -___-)

1 hour ago I watched Spice of Life, its kind of cooking program on @KompasTV. The guest star is chef from Anatolia, Turkce. It makes me remember my language program. I pass the classes for so many times -_-
That's not good. (Really sorry and peaceful greeting to my Cecep Abi, youre the beeeeest Turkce Language Teacher ever, really :D )

Well, I have some promises for tomorrow, that means I can just sit, surf and watch TV tomorrow. But I know that people shouldnt have a lot of leisure time. It can makes some boring, thinking something bad and anything which is not good.
People have to be productive, so I try to be like that, as productive as I can.
:)

Well, see you tomorrow, fellows. Remember, miracle never comes by itself :D



Thursday, February 23, 2012

Life Locked Me Out



Hari ini saya menjemput Tuwi di sekolahnya. Sekitar 30 menit menunggu, siswi kelas 2 SD berambut pendek itu meneriakan nama saya dari seberang parkiran, “Mbak atuuuu..” teriaknya lantang. Beberapa orang menoleh, sedang saya cuma menepuk jidat. Dasar anak kecil, batin saya.
Tuwi itu anak yang lucu, cerdas juga. Tingginya mungkin 1 meter, atau lebih. Kakak dari saudara kembar ini, aslinya bernama Trully Shafwa Winarno. Dipanggil Tuwi, atau Kakak Tuwi karena dia yang menginginkan dipanggil begitu.

Sepulang menjemput Tuwi, saya mampir cukup lama di rumahnya. Lalu sekitar jam 4, saya pulang. Baru sampai di Cinunuk, saya menerima SMS dari nomor tak dikenal: “Ratu keluar rumah dong,” SMS ini cukup membuat saya kaget. Saya membalas 2 kali, soal siapa dan memberitahukan kalau saya masih di jalan. Tak ada balasan. Akhirnya saya memasukan ponsel saya ke dalam tas karena sore itu mulai hujan.

Beberapa menit kemudian, Ka Godi, kaka senior saya di Suaka, mengsms saya, isinya tentang ajakan mampir ke Podomoro, sebuah kedai dari ayaman dekat jalan Cilengkrang. Ka Godi juga bilang, di sana banyak anak-anak. Sayangnya hari itu saya harus mengangkat jemuran, memasak nasi buat makan malam, juga mengeringkan diri saya yang basah kehujanan. Saya membalasnya dengan tidak bisa.
Kira-kira 100M dari rumah saya, ponsel saya berdering lagi, nomor Ka Godi memanggil. Saya menekan answer button dan mendengar suara Teh Nirra, kaka senior saya di Suaka juga, bicara di seberang sana. Isinya sama, ke Podomoro sekarang. Akhirnya, sesampai di depan rumah, saya malah melewatinya dan melanjutkan perjalanan ke Podomoro yang jaraknya mungkin sekitas 3 atau 4 KM.

Sesampainya di sana, cardigan dan kaos helter neck saya sedikit kuyup. Kaos kaki, sepatu dan rok saya juga sama, bedanya hanya mereka punya bercak-bercak dari lumpur di jalan. Begitu meminta maaf keterlambatan, duduk dan menatapi mangkuk-mangkuk kosong, saya langsung dipesankan es campur dan merasa kebingungan. Podomoro tidak punya minuman hangat. Hari yang cantik, batin saya.
Akhirnya, kami ngobrol-ngobrol kesana kemari, soal film Korea—yang saya kurang mengerti, yang sedang diputar di TV kedai itu, soal bilingual school, soal ayah Ka Godi, soal kacamata optik dan rengrengannya, soal tipe perempuannya Salman dan Ka Godi, pokoknya kesana kemari sekali.

Menjelang maghrib, saya pulang. Dan membekam diri saya selama beberapa saat di kamar tanpa menyalakan lampu. Saya menarik selimut sampai kepala, dingin dari kaos saya yang belum kering menyelinap. Tapi saya sedang merasa dekat sekali dengan kesepian, jadi saya biarkan. Dalam kondisi kedekatan dengan rasa sepi, saya tiba-tiba teringat percakapan saya dengan seorang teman, Sansan namanya.

Pic from Tumblr
“Ah, bukannya kamu juga kadang-kadang suka pengen sendirian ya, Ra?”
“Engga ko. Kalo aku lagi sendirian atau menghindar dari ramai, sebenarnya itu bukan mau aku,” bantah saya.

Kira-kira begitulah percakapannya. Saya tak pernah benar-benar mau sendirian, sebelumnya. Tapi menjelang maghrib ini saya benar-benar ingin mendekati kesepian, saling menyapa dengannya dan bicara kenapa saya dan sepi ucapkali berjumpa saat saya tak ingin. Tapi rupa-rupanya saat ini si sepi sedang tak enak badan dan kepingin istirahat tanpa cakap. Jadi saya meninggalkan kamar dan mengganti baju basah saya lekas-lekas.

Adzan menggema, sebelum wudlu saya sempat mengirim pesan pada lelaki yang ada bunga matahari di matanya: “Maghriban dulu. Pulang jam berapa hari ini? =)” Tidak ada jawaban. Akhir-akhir ini selalu begitu. Sepi-sepi saja. Mungkin inilah alasan kenapa sore ini saya mendekati sepi, mencoba mengakrabinya, juga memulai percakapan yang belasan tahun tidak saya inginkan. Mungkin, beberapa saat ke depan saya memang harus bersahabat dengan sepi, menjalin hubungan yang romantis biar saya bahagia meski berkubang di dalamnya. =)


Sunday, December 4, 2011

Child: "Do you thing my whole times just spend to kidding and joking?"

Menyamakan persepsi yang disodorkan rasio dan emosi memang tidak mudah, bahkan beberapa kalangan menyebutnya tidak mungkin. Kecuali objek dari keduanya sama-sama memiliki dasar yang sama, atau paling tidak, mendekati sama. Beranjak dari sebuah pernyataan Rizky Sopiyandi, kakak tingkat di PTN tempat saya berkuliah, bahwa tidak ada dewasa dalam ukuran mini, saya tiba-tiba jadi punya ratusan pertanyaan yang ucapkali menggema, membentur-bentur lorong-lorong buntu otak saya.

Apa dewasa itu? Seperti apa?
Kenapa bisa dewasa?
Apa bagusnya? Apa jeleknya?


Tuesday, October 18, 2011

Tasamuh IV

"When life's so hard, people try to push you out and world goes too much far away from your side, just remember He with youu.."

Gusti Pangeran Abdi Nu Maha Rahman...
Aku terlalu congkak selama ini, bahkan padaMu.
Aku harusnya tak boleh begitu, tak boleh begini..

Aku terlalu sering merasa benar.
Terlalu sering menuduh salah pada mereka.
Terlalu kaku, terlalu baku menentukan pilihan.

Ampun, Gusti...
:(

Sunday, October 16, 2011

Get My Computer Back! :D

Hey! Akhirnya! I'm back here.. Ya ampun, eugh.. Sebel banget waktu kompi rusak. Ga bisa spamming, ribet sih kalo blogging via hape. Belum setting cellular site-nya. :P
Jadi weh mahal, ntar pulsa aku abis cuma buat blogging dong, ahaha.. No. No. Noooo..

Sering aku berdoa sama Tuhan. "Tuhan.. Kasih hambaMu rizki yang banyak dong. Aku pengen punya komputer sendiriiiiiii, aku ga mau rebutan terus ama ade aku kalo pake kompi. Aku ga mau rebutan terus nambah dosa aku yang numpuk kayak jerawat aku.. (⌣́_⌣̀)..".
Aku berdoa gitu, dan belum dikabulin. Hiks...

Yah, baiklah, Tuhan tau yang terbaik kaaan buat aku. :D
I mean, hey, Im still breathing untill now gitu. Itu berarti Tuhan masih kasih aku kesempatan buat segalanya :D
Ah, lamalama aku kutip juga katakatanya Ubu Canubi xD

Ya sudahlah yah.. lamalama teryata aku juga jadi latihan debat sama ade aku. :P
Itung-itung olah bicara kalo aku lagi di forum. Wkwkwkw.. (Forum apa pulaaaa ini, Mbaaak?)

Have a nice day yah, kamu :D
Udahan dulu spammingnya.

Monday, September 12, 2011

Dari Mayu, Pada Ejja

Sewaktu dulu kita jatuh cinta pada layangan----lalu pada diri kita satu sama lain.

Dan setiap ada kesempatan, kita selalu bermain dengan layangan---seperti kita bermain dengan cinta---tarik ulur seenaknya.





Layanganmu selalu lebih tinggi,

dari punyaku
:

Mungkin cintamu juga begitu.

(atau tidak?) Entahlah.

Monday, August 22, 2011

Redalah Marah, Turunlah Hujan

Ejja bilang ia mau berhenti marah pada hujan. Jadi, pada sore yang nyala, ia turun ke halaman dan menanam bibitnya.

Aku tahu, Ejja sedang jatuh kasihan pada Winnie yang terus-terusan mendekam di dalam tas rajutku.
Ejja bilang, ia mendengar kesedihan Winnie sepanjang hari kalau aku tak pergi kemana-mana. Ejja juga bilang, ia hampir gila dan memutuskan untuk berbaikan dengan hujan demi terhentinya rengekan Winnie yang menyesakan kuping dan hatinya.
Tapi ternyata hujan tak mudah memaafkan kesalnya pada Ejja.

Sampai saat ini keadaan masih sama seperti hari-hari sebelumnya, Winnie yang merengek, Ejja yang manyun dan hujan yang tak kunjung datang.

Sesaat sebelum catatan ini ditulis, Ejja turun dari jendela dan duduk di atas meja sambil menggoyangkan kakinya lalu berceracau seperti burung beo yang baru dapat properti lidah baru. Ejja bicara tentang manusia-manusia yang saling takut dan menutupi kejujurannya dengan selembar lakban hitam, ekonomi yang semakin amburadul, daging sapi gelonggongan, kenaikan harga ayam, tren jilbab muslimah-muslimah berjilbab stylish, dan Winnie yang baru saja terlelap dalam tas rajut yang itu-itu saja.

Ketika berbicara soal Winnie, Ejja menangis, pelan. Ejja memang sayang Winnie sejak pertama kali Winnie dibawa ke kamar berbulan lalu. Ejja tak pernah keberatan memegang winnie meski karat dari gagangnya mengotori kain putih Ejja yang baru saja dicuci, Ejja selalu tak masalah. Ejja sayang Winnie. Dan bagiku, selaku pemilik Ejja dan (pengaku-ngaku) pemilik Winnie, selama Ejja dan Winnie baik-baik saja, keduanya benar-benar akur dan saling sayang, tak masalah.
Pun waktu ketika Winnie mulai bosan, bagi Ejja itu masalah besar. Karena apa? Tentu saja karena Ejja menya(n)yanginya.
Maka dimulailah permintaan berbaikan dengan hujan demi Winnie.

Sekarang Ejja masih duduk ditempat semula dan memainkan ujung bajunya. Sekilas kemudian, kamu mungkin saja bisa mendengar doa yang keluar perlahan dari bibir mungilnya:

"..Allahku yang baik, Winnie telah begitu baik melindungi seseorang yang disayangi Ratu yang berhamba kepadaMu. Maka izinkan Ia juga melindungi dirinya sendiri dari kerapuhan yang pasti terjadi pada apapun yang Engkau ciptakan, setidaknya untuk beberapa saat. Maka aku mohon. Turunkanlah hujan, agar adanya ia bisa bermanfaat. Agar apa yang harusnya ia lakukan dapat ia lakukan. Aamiin..."

Wednesday, August 3, 2011

Check Check! Oh, no! You got no drugs :P

It's wednesday, yippieee!
:D
Ayo ke kampus, aku ada tes kesehatan hari ini. Hmm, tadi malem ga bisa tidur, jadi bangunnya agak kesiangan, udah subuh malah bobo lagi sih.. hahaha :D
Ita dari malem udah wanti-wanti sms aku kalo hari in ada teskes, tapi tetep aja kesiangan. wkwkwkw.. aku.. akuuuu...

Aku berangkat jam 10 kurang, nyampe jam setengah 11an, soalnya aku sama mamah ke bank dulu, bayar uang kuliah juga. soalnya kata mamah kalo bayarnya di bank kampus mah antre gilaaaaaa. Pas di bank, aku sama mamah misah, mamahnya kemanaaaaa, akunya ke kampus. pas aku turun dari angkot depan kampus, beeeeeeeeeeeuuh, gila liat antrean maba yang mau teskes udah kayak ada konser paramore gratisann. :P

Aku celingukan deh deket kerumunan para maba, yang pas waktu itu, aku ga emu orang yang aku kenal. ah, darpada kayak orang dodol, aku mutusin buat masuk ke dale, biasanya suka ada baliho gitu soalnya.
How a lucky  day! ada baliho gede tentang OPAK ternyata.
:D
Opak itu Orientasi Pengenalan Akademiknya UIN, khas gitu. kata mamah mah dulu namnya ta'aruf :)
Bagusan ta'aruf yah. hahaha.
Mari lupakan teskes sejenak dan meluncur ke aula yang sisi kirinya sudah di sulap jadi bank jadi-jadian buat bayar OPAK!
:)
Antreannya panjang juga deh, ya udah, titip resi, terus balik ke tempat teskes buat ambil formulir, habis registrasi di balai kesehatan, guess who I met that day? :D
Astiiiiii.. temen SD aku. ^.^ Ahahaha, senangnya, aku juga ketemu Dina, ketemu Mus, oke deh pokoknya. :D

Sekitar jam 1an, nama aku baru dipanggil, oo, God. 3 jam aku disini luntang-lantung.
:P
Dan teskes.. :) result:

Ratu Tresna Ning Gusti
152
42
100/70
Negatif :D
That's all.

Oiya, pulangnya di jemput mamah lagi, ketemu di jalan desa, tapi kita mampir belanja dulu. Hiihi. Pegel dah, laperrrrrrrrr :D

MAY TOMORROW BETTER THAN TODAY. aamiin :)

Thursday, July 28, 2011

Finally, destiny is like what I ever thought before!



Jadi, ceritanya, hari ini tanggal 28. Beberapa orang udah ada yang  nanya sih, gimana UIN, gimana? Masuk apa?, dll-lah. Aku nanggepinnya polos aja: "Aku belom liat, sabar ye.. ntar aku kasi tau."
Sampe jam 11-an malem, tanggal 27, aku sms intan. Aku bilang, aku ngedegdeg, trauma liat situs yang belakangnya ac.id. Jelas, ntan nenangin as usual people do-lah. Akhirnya aku buka, dan..


skinsyutnyahhhh :'(

Aku masuk UIN, guys! UIN UIN UIN UIN UIN UIN UIN, bukan UI :'(
Langsung nyanyi lagunya JB:
"Im crying like a baby, baby, baby, uuuuuuuu"

Udahan nyanyinya, aku sms ntan lagi:
"Alhamdulillah, Komunikasi Penyiaran Islam. Lumayanlah. Thanks yah, I wouldn't reach this without you."
Pun, sms beberapa temen, dan seorang temen yang aku harepin banget konfirmasinya namanya Rika, dia juga ambil KPI, but unfortunately, Rika ga lulus. :(
Sedihnya, Adit, Yara juga ga lulus. Nah Intan, dia masuk pendidikan Bahasa Inggris.
Misah-misah.. Huhuhu. Hate this much.

Nasib deh, terima aja. Huhuhu. Masih ada waktu buat memperbaiki kesalahan di masa lalu. aammiiiin, semoga..

Hari ini juga, aku bakal ke kampus, abisan berkas formulirnya cuma di kasih waktu 2 hari buat diambil. Ke kampus deh, dianter teteh.
Begitu dapet formulir, langsung pulang lagi.
Huhuhuhu..

WELCOME TO MY SELF IN THIS PART OF MISERY

Monday, July 25, 2011

Insomaniac!

Stress!

Hampir tiap malem ga bisa tidur.
It's happening almost all days in this week.
Capek yah, ga bisa tidur.
Kaburnya pasti komputer lagi, spamming lagi, hape lagi, si adam lagi.
Anyhow, Dia satu-satunya orang yang paling stay tune at midnite kalo insomnia aku kambuh, ga papa deh aku disebutin mulu teletubies, yang penting ada manusia nemenin aku.


Anyway, kalo ngomongin Adam itu, aku kenal dia di Fesbuk, situs jejaring sosial yang akhir-akhir ini masuk dalam list hidup aku yang galau. Namanya bagus, jadi aku add deh-----historynya jelek amat yah cuma karena namanya lucu. Wkwkwkwk.
Adam tinggal di Purworejo, dia suka nyebut kotanya itu pake sebutan "Porjo". Who's care what it called! =P
Adam seumuran aku, dia baru masuk Universitas Negeri Yogyakarta, Pendidikan Bahasa Inggris, tahun ini. Orangnya usil gila, jayus banget. Kerjaannya godain orang, bilang aku kayak teletubies lah, kayak barbielah, kayak anak umur 10 tahunlah, padahal aku ga gitu-gitu amaat =P

dari fb adam :P
Well, ngomongin apa yah? Bosen ngomongin Adam. Hahaha. >.<
Badeweii, Guess what's kind of video I've watched in this morning?
Melly Goeslow ft. Eric, OSTnya AADC.
It's been along time ga inget itu, AADC. The film which show me how amazing literature is.
Ini salah satu puisi yang ada di film itu.

Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu
Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. di luar itu pasir di luar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yg tau
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa
Semua.. Karena.. Kita.. Adalah..
SATU
Actually, hari ini ga begitu bagus, having some problems with we 're falling n love emang ga bagus.
Same as usual, jam 4 tadi ordinary angelnya Frente bunyi, ini smsnya:

"Ningnya akan merasa sendirian. Kalo yang Ning liat cuma Ning saja."


Lah. Justru aku ngeliat ke semua arah, dan sadar, ternyata gak ada siapa-siapa sama aku, yang nemenin aku bicara, ngobrol, basa-basi, nyampah, merenung, semuanya.
But life must go on, kan? Meski capek, meski rasanya ga tahan dan pengen cepet-cepet keluar dari masalah. Ya, aku cuma ga tau gimana caranya. Itu aja.




Sunday, July 24, 2011

Why is everything so confusing?


How can I decide what's right? When you're clouding up my mind. Can't win your losing fight all the time.
Not gonna ever own what's mine when you're always taking sides. You won't take away my pride. No, not this time, not this time.
How did we get here? When I use to know you so well. How did we get here? Well, I think I know.
The truth is hiding in your eyes and it's hanging on your tongue. Just boiling in my blood, but you think that I can't see.
What kind of man that you are if you're a man at all. Well, I will figure this one out, on my own, on my own!
I'm screaming "I love you so..." but my thoughts you can't decode.
Do you see what we've done? We're gonna make such fools of ourselves. Do you see what we've done? We're gonna make such fools of ourselves. 
I think I know. I think I know.
There is something I see in you. It might kill me I want it to be true.
 DECODE - PARAMORE

------------------------------------------------------------------------------
Tired of this, wanna quit but can't accept reality when you hurt..
Hold or let it go?

source: tumblr

Saturday, July 23, 2011

Tentang Ka Riskawati Riska ^^

Baru aja tadi, dapet pesan pendek dari Ka Riska :D

Do not get too stressed just because everything isn't like the way you want it to be.
God is still working behind the scenes.
#Ihatequotes

Tanggal 21 kemaren dapet juga dari Ka Riska :D


Sometimes you may to be disappointed at not getting something you want.
But it probably better at all for you.
*quote yang keduanya diubah sedikit tatabahasanyanya ^^v maap yah, kaka.

-------------------------------------------------------------------------------------------


Ka Ika itu salah satu mahasiswi UI yang baru aja jadi sarjana humaniora beberapa pekan lalu.
Aku kenal Ka Ika dari Abang, waktu Abang ngusulin aku masuk UI, aku di kasih nomornya Ka Ika. Baru deh aku smsan. Sampai suatu hari Ka Ika muncul di friend request list aku(yang ujungnya aku tahu, Abang yang kirim Ka Ika suggestion).

Jadi deh, Ka Ika menjelma manusia setengah malaikat yang kuat banget nyemangetin aku.

Ini Ka Ika ^^

Thanks yah Kaka..
:D
Makasih buat semangat, undangan, cerita sama obrolan yang Kaka kasih sama aku.
May Allah give you more than what you ever gave to anyone, include me. Amiin. ^^

Friday, July 22, 2011

You're laughing because you don't know yet...


"No, you are all dummies: Candle that shine in the middle of the lamps"






Boring!

Mamah sering banget marah-marah akhir-akhir ini. Kata beliau, aku kurang semanget, kayak zombie, apadeh, banyakkk..
Aku juga tau sih, aku juga sadar kalo akhir-akhir ini semangat aku ngedrop banget.
Abisan gimana, masa-masa galau gini gak ada yang bisa aku kerjain.
Aku maen keluar? malah abis-abisin uang.
Aku maenin hape, udah bossseeeeeeeeeeeeeeeenn.
Aku cuci-cuci pasti aja ada juga yang dikomen.
Aku tidur? tidur aja udah males kalo gak pagi-pagi gara-gara begadang.

Laaaaaahh.
Idup aku berantakan pisan. Gak ada rutinitas jelas.
Capedeeeeeeeeeeh.

Dia udah jarang ngobrol lama sama aku, apalagi orang lain yang gak begitu deket.
Sms juga jarang.
Hambarlah.

Lengkap bosennya idup aku.